SILENSIUM........

Di masa lalu saya pernah mengalami lebih kurang 3 x retret yaitu waktu SMP, SMA dan Universitas. Masa retret ini memberikan kesan yang mendalam di mana masing masing peserta menjadi memiliki waktu untuk merenung, sendirian, terutama mengenai kenangan terhadap berbagai peristiwa pada masa lalu yang mengesan, baik kesan ‘baik’ maupun kesan ‘buruk’. Setiap peserta setelah mengalami retret, selalu menyatakan bahwa retret betul betul telah membuat mereka menjadi ‘manusia baru’ menjadi manusia yang memiliki semangat baru dalam menghadapi dunia di masa mendatang.

Bekerja betul betul menyita banyak waktu. Waktu menjadi sesuatu yang sangat ‘berharga’ harus betul-betul dimanage supaya produktiitas kerja terjaga. Rutinitas membuka email, menanggapi artikel blog, membaca dan membalas sms ternyata sangat menyita waktu. Browsing internet menjadi suatu ritual yang disatu sisi menjadi suatu kebutuhan bahkan cenderung ‘adiksi’ ternyata juga menyita waktu. Kehidupan para karyawan di dunia kerja dengan rutinitas di atas ternyata menyita 25% waktu kerja mereka..dimana lambat laun hal ini mungkin akan menjadi kontraproduktif. Banyak para pimpinan perusahaan apabila mengadakan rapat sekarang cenderung untuk melarang para peserta untuk membaca sms dll, karena itu memang sangatlah mengganggu. Rutinitas di atas, akan membawa kita ke jutaan informasi yang akan membuat kita sangat ‘well informed’ (istilah baru hyperconectivity)namun ternyata hal ini tidaklah sepenuhnya membuat nyaman karena banyak para pakar menyatakan ‘manusia sekarang kehilangan waktu untuk diam dan merenung, karena semua pertanyaan atau jawaban yang mereka butuhkan telah mudah mereka selesaikan dengan ‘one click’ (di-googling aja tuch). Hal ini akan membawa dampak terhadap ‘kepekaan’ manusia itu sendiri. Padahal salah satu cara untuk melatih kepekaan ya dengan ‘silensium’ tersebut ! Apakah silensium sudah tidak dibutuhkan di dunia hiruk pikuk sekarang ini ??? ataukah betul pepatah jawa yang mengatakan ‘tapa ing rame ?’

Dinamika yang sangat keras menyebabkan kita agaknya harus menuju ‘tapa ing rame’. Salah satu caranya dengan mengisi suatu KARTU SYUKUR yang membutuhkan waktu 10 menit saja. Caranya gimana : kalau anda bangun pagi...luangkan waktu untuk mengucap syukur karena anda telah bangun dan tuliskan 2 komitmen pekerjaan yang akan anda lakukan hari ini (ini memakan waktu 3 menit); kemudian siang hari (pas makan siang), tuliskan nama-nama orang yang telah membantu anda dalam proses pemenuhan terhadap komitmen anda tadi dan ucapkan terima kasih kepada mereka (ini memakan waktu 2 menit); lalu akhirnya waktu anda mau tidur..renungkan semua aktivitas anda hari ini, mana yang baik dan mana yang ‘kurang baik’; mana yang membuat anda puas atau tidak puas...buatlah janji pada diri anda untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik dan memperbaiki hal-hal yang ‘kurang baik’...tutup hari ini dengan doa syukur kepada Tuhan karena telah menjalani hari-hari ini dari pagi sampai malam (ini memakan waktu 5 menit). Saya mencoba melakukan hal di atas...namun hanya tahan 2 minggu untuk melakukannya (targetnya 1 bulan), namun dari pengalaman 2 minggu itu, memang hari-hari kita menjadi hari yang ‘penuh makna’ dan kita menjadi orang yang penuh dengan motivasi. Terima kasih kepada mas Kristio yang telah mengenalkan KARTU SYUKUR ini di pelatihan AMOTRAP...ternyata’ silensium’ dengan cara ‘tapa ing rame’ benar-benar bisa dilakukan. yw-motivation

                            

Hambatan berkomunikasi

Komunikasi merupakah salah satu hal 'penting' yang harus dikuasai oleh siapapun yang bekerja atau berkarya di masyarakat. Kekurang piawaian dalam berkomunikasi bisa me-mandeg-kan banyak hal. Pertanyaannya 'hambatan utama apa yang menjadi penghambat dalam berkomunikasi ?' Dari berbagai jawaban yang mungkin muncul...saya memiliki pengalaman kecil ini.

Sewaktu saya ditanya guru Bahasa Inggris...'apa yang mengambat anda dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris ?' jawaban saya hanya satu yaitu PERCAYA DIRI. KArena saya kurang memiliki rasa PD maka semuanya akan mengganggu kelancaran komunikasi saya terutama menggunakan bahasa Inggris. Tetapi kalau saya dalam melakukan komunikasi dalam Bahasa Inggris..rada2 nekat untuk ngomong, ga perduli masalah grammar, yang penting yang saya aja bicara akan mengerti yang saya maksud, maka komunikasi dengan bahasa Inggris akan menjadi lancar..tanpa hambatan

Saya rasa masalah PD memang harus kita miliki dalam melakukan komunikasi, tidak hanya dalam bahasa Inggris, tetapi dalam bahasa apapun, terutama komunikasi lisan, ke-PD-an seseorang akan melancarkan proses komunikasi yang dijalankan....

yw-motivation

Endurance

Kegagalan dan keberhasilan berada dalam satu garis yang sama. Jika anda menolak untuk gagal, Anda juga menolak keberhasilan. Mungkin anda salah dalam menyimpulkan suatu perubahan. Mungkin anda salah memaknai fenomena. Namun upaya anda telah merupakan awal yang bagus. JANGAN BERHENTI. Pemenang tidak pernah berhenti, bahkan di saat orang lain tertidur (Indra Ismawan, spirit of change) Dengarkan cerita2 di bawah ini : Saya telah berpikir selama bertahun-tahun. 99 kali kesimpulan saya salah dan baru yang ke-100 yang benar (Albert Einstein) Resep bumbu yang ada di KFC telah direvisi sebanyak 10.000 kali sebelum anda menikmati rasa seperti ini pada saat sekarang (Kol. Sanders) Pengarang novel Dance with Wolves menjadi milyuner setelah novelnya ke-600 (Dance with Wolves) diangkat menjadi film oleh Kevin Kostner. Padahal sebelumnya sampai novel ke-599 semuanya gagal di pasaran Thomas Alva Edison meledakkan dapur rumahnya waktu mencoba penemuan lampu pijar...itu ongkos yang harus dibayar untuk penemuan lampu pijar yang kita nikmati Jangan peduli 1000 kali gagal, mungkin sukses datang pada kesempatan ke 1001 yw-motivation

'close position'

Di dunia ini dikenal 2 organisasi besar yang sangat rapi dalam pengaturan organisasinya yaitu dunia militer dan struktur gereja Katolik Roma. Dalam kedua organisasi besar ini beberapa ketentuan organisasi dan salah satunya jenjang kepangkatan atau posisi pemimpin betul2 telah memiliki SOP yang jelas. Mari kita lihat beberapa contoh diantaranya.

Dalam dunia militer, sebut aja di negara Indonesia ini. Seorang yang terpilih sebagai Panglima TNI tentunya  sebelumnya telah menjalani jabatan Kepala Staf yaitu KSAD/KSAL/KSAU. Seseorang yang menjadi KSAD/KSAL/KSAU tentunya sebelumnya telah menjalani level kepemimpinan di bawahnya seperti Wakil KSAD/KSAL/KSAU atau Panglima-Panglima yang posisinya setara dengan jendral Bintang III atau Bintang II. Seorang Panglima misalnya Pangdam, Pangarmabar, Pangkopsau, tentunya telah menjalani level kepemimpinan di bawahnya seperti Komandan-Komandan yang selevel dengan Bintang 1. Dan yang menarik, selain jenjang kepangkatan yang jelas, setiap perwira yang akan naik pangkat atau menduduki jabatan struktural strategis selalu menjalani berbagai sekolah seperti SESKO, SESKOGAB atau Lemhanas. Dalam berbagai sekolah tersebut, para perwira dilatih dan dididik tentang wawasan, tanggung jawab, kewenangan, ruang lingkup dan berbagai hal terkait dengan kemungkinan pangkat atau jenjang struktural yang kemungkinan akan menjadi jenjang karier berikutnya ! Sebuah organisasi yang matang !

Struktur gereja Katolik Roma juga demikian. Seorang Paus tentunya dipilih dari para Kardinal yang merupakan wakil dari tiap negara. Seorang Kardinal dipilih dari sejumlah Uskup yang ada di negara tersebut. Seorang Uskup dipilih dari seorang Romo yang telah menjalani tugasnya di lingkungan Kevikepan atau Provinsial, dst. Sebuah organisasi yang matang pula !

Dari uraian di atas, semuanya menunjukkan bahwa syarat menajdi pemimpin adalah (utama) tentunya adalah TRACK RECORD atau KINERJA yang BAIK. Namun masih ditambah dari berbagai pengalaman yang dimiliki seseorang terutama dalam menjalani berbagai posisi jabatan atau kepangkatan sebelumnya. Dengan demikian pada kedua organisasi besar tersebut, masalah krisis kepemimpinan ‘mungkin’ amat sangat kecil didengar, karena telah memiliki alur yang jelas dalam organisasinya. Dengan telah memiliki pengalaman pada jabatan pada level tertentu di bawah jenjang yang akan diraih, seseorang telah terbiasa untuk menjalani DINAMIKA yang terjadi pada level2 tersebut sehingga akan lebih mudah BERADAPTASI apalabila mengalami promosi.

Tentunya cerita di atas tidak dapat disangkal bukan ? Namun tidak semua organisasi memiliki kemampuan seperti kedua cerita di atas. Pada berbagai organisasi yang lebih kecil, TRACK RECORD atau KINERJA menjadi hal TERUTAMA sebagai landasan bagi seseorang untuk promosi kepangkatan yang lebih tinggi. Hal itu oke2 saja tentunya. Namun yang patut menjadikan perhatian, apabila dalam organisasi yang memberlakukan hal ini, dalam kesehariannya berhubungan dengan MANUSIA , maka diperlukan sebuah KEYAKINAN bahwa pemimpin baru ini akan cepat belajar dan beradaptasi terhadap dinamika yang terjadi. Kesulitan yang utama, apabila seseorang naik pangkat ‘melesat bak meteor’ maka relasi dengan MANUSIA-MANUSIA lain bisa menjadi tidak harmonis pada awal mulanya apabila pemimpin melakukan gaya kepemimpinan murni berdasarkan STYLE yang dimiliki (contoh otoriter/semau gue), apalagi tanpa mendengar masukan dari yang lain. Kalau hal ini tidak cepat disadari, baik oleh pemimpin itu sendiri atau komunitas yang dipimpin, maka resiko penurunan kinerja akan sangat mungkin terjadi. Hal yang KONTRAPRODUKTIF akan terjadi dan dapat memicu ‘demotivasi’ bagi para karyawan yang lain.

Adalah cara mengatasinya ??? Teoritis, yang harus segera sadar adalam PEMIMPIN tersebut untuk segera cepat belajar dari pengalaman para pendahulu dan segera beradaptasi dengan kultur yang telah terbentuk. Lanjutkan berbagai good practice dan lakukan pembenahan pada hal yang tidak baik. Kedua, kalau PEMIMPIN tidak sadar, tugas komunitas organisasi-lah yang harus berani melakukan ‘counter’ apabila terdapat kebijakan yang akan membawa pada suasana KONTRAPRODUKTIF pada organisasi tersebut ! Bukan suatu hal yang mudah untuk hal yang kedua ini, namun tidak ada jalan lain.

Pemimpin yang ‘melesat bak meteor’ biasanya akan membawa banyak perubahan positif apabila mampu melakukan sustainbility berbagai good practice yang ada dan bersedia menyelam dalam kultur yang telah terbentuk. Apabila itu dilakukan..perubahan apapun....yang diinginkan SANG PEMIMPIN akan dapat terlaksana. Pengalaman kedua organisasi besar itu-pun hanyalah menjadi pelengkap bagi tradisi yang ada.

yw-motivation

Style

Setiap pimpinan selalu punya style tersendiri dalam memimpin organisasi. seorang pemimpin yang tahu 'cara memimpin' apabila ditunjuk untuk memimpin sebuah organisasi, hal pertama yang dilakukan adalah mempelajari terlebih dahulu capaian organisasi yang dipimpin berikut pola kerja pimpinan terdahulu. dengan mempelajari pola kerja pimpinan terdahulu maka akan diketahui TRADISI BAIK apa saja yang telah dilakukan dan dianggap BAIK dan PATUT DITERUSKAN; sekaligus juga akan dijumpai HAL-HAL apa yang kurang baik dan tidak perlu untuk diteruskan atau memerlukan PERBAIKAN sebelum dilakukan pada saat ini

Namun, kita semua tahu, bahwa di negara tercinta ini, budaya untuk melakukan hal di atas tidaklah sepenuhnya dilakukan. Para pimpinan baru cenderung untuk beraktivitas sesuai dengan STYLE yang dia miliki. Mungkin banyak HAL BAIK yang telah dilakukan, namun sama sekali tidak diteruskan, malah cenderung dihilangkan, yang penting STYLE-nya beda dengan YANG DULU. Mengapa ini terjadi, karena banyak yang tidak mencoba mencari 'filosofi' dari suatu tradisi atau budaya yang telah terjadi; kalau ga cocok ya langsung dilibas saja. Nah hal ini kalau tidak disadari akan membawa penurunan kinerja organisasi, sehingga organisasi yang sudah dibangun dengan susah payah akan cepat mengalami penurunan kinerja !!!

Ada ga solusi untuk ini ??? Jelas ada...kalau mau pilih pimpinan baru pilihlah yang mempunyai TRACK RECORD kinerja yang bagus dan POSISI SEBELUMNYA adalah relatif dekat dengan posisi pimpinan yang akan diembannya ! Ini sangat penting karena akan menjaga kesinambungan roda organisasi

yw-motivation 

what we will do

At June 2008, I follow motivation training with all of my friend in faculty. The topic of this training is 'to make synergy for all employee' in facing the future. I was very attracted with the questioner about 'why you need for contribute something in this faculty' Most of us said that 'we need of achievement'. It means that all person that work ini faculty....work for achievement...to get more high target than before. Very suprisingly...because if we work at this organization, we need to be more dynamic from day to day. We all wok with target in the future. One thing that's we have to remember, we need 'internal driven' strongly...we have to 'charge' it every we exhausted

yw-motivation

Renungan dari Sultan HB X

Bersyukurlah orang yang masih bisa merenung dan berkontemplasi, karena yang tak bisa tafakur ibarat orang mati, yang tak mungkin bisa berbuat apa-apa. Merenung adalah cara yang bisa dilakukan manusia untuk mengakrabi lingkungan, di mana dia hidup. Saat merenung, seseorang diajak untuk kembali kepada dunia yang terdekat dengannya. Bisa itu keluarga, kampung, sanak saudara, tetangga maupun negara. Melalui merenung, seseorang akan lebih mengenal darimana dia dilahirkan dan saatnya dia kembali pada fitrahnya sebagai manusia.

Sultan HB X mengajak warga Jogja kembali pada tiga laku spiritual yaitu doa bersama, berkeyakinan Tuhan tahu apa yang dikerjakan manusia dan intropeksi diri.

Sebuah ajakan yang sangat mendalam maknanya dari Sri Sultan HB X, untuk lebih memanusiakan kita sebagai manusia....

yw-motivation

Ordinary ? NoT Me !

Ordinary ? NOT ME ! itu slogan terbaru ponsel LG tipe terbaru. Di iklan tersebut dicoba digambarkan image bahwa produk LG bukan merupakan produk ‘biasa’. Kalau tidak ‘biasa’ tentunya ‘luar biasa’ bukan !?! Kita pun semua bisa menjadi ‘luar biasa’ walaupun kita ini adalah orang ‘biasa’. Cobalah lihat beberapa kisah sukses yang ada di koran, buku ataupun tv. Hampir sebagian besar orang sukses adalah orang ‘biasa’, di mana sebelumnya tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Contoh klasik adalah Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar. Siapa dia sebelumnya ? Dia merupakan seorang tuna rungu yang tidak selesai sekolahnya, namun karena keberaniannya bereksperimen, dia menemukan lampu listrik yang akhirnya mengubah dunia ! Tokoh lain, Bill Gates, seorang milyuner dunia, dulunya juga tidak lulus universitas ! Orang Indonesia, Andrie Wongso, motivator no.1 Indonesia, juga tidak kelar sekolahnya ! Mengapa mereka semua bisa sesukses atau seterkenal ini pada saat ini !!

Beragam jawaban untuk menjawab hal ini. Kesuksesan mereka tidak hanya berasal dari satu faktor saja tetapi berasal dari kumpulan faktor-faktor yang saling terkait satu sama lain, antara lain : memiliki mimpi, punya visi, jeli membaca peluang, kreatif, inovatif, beruntung, memiliki modal, mampu me-manage SDM, saatnya tepat, pilihan karier pas, produk sangat berguna, berani mencoba, tidak takut gagal, memiliki ambisi dan berani mewujudkan ide menjadi realita.

Edison mengatakan, orang jenius adalah orang yang memiliki 1% inspirasi dan 99% bekerja keras; Bill Gates memiliki visi 1 PC untuk 1 rumah tangga; Andrie Wongso memiliki semangat ‘succes is my right’. Semuanya memiliki kemampuan untuk melakukan BREAKTHROUGH (wujudkan ide menjadi karya/produk nyata). Mereka semua adalah orang ‘biasa’ namun karya mereka adalah ‘luar biasa’

Ordinary ? NOT ME ! itu jawaban tegas anda untuk siapapun dan wujudkan menjadi karya/produk nyata

Eureka

yw-motivation

Banyugeni dan Blue energy

Akhir bulan Mei 2008, mass media dipenuhi perdebatan tentang energi alternatif yaitu penggunaan air sebagai pengganti BBM. Para peneliti UGM meragukan bahwa 'blue energy' ciptaan Joko suprapto bisa memfungsikan air sebagai pengganti BBM. Dikatakan para pakar, untuk menjadikan air menjadi bensin membutuhkan suatu proses dengan energi tinggi sehingga tidak efisien, bahkan dikatakan mereka para pakar di Jepang pun belum mampu mewujudkan air sebagai pengganti BBM. Pro kontra terus berlanjut, barisan pendukung yaitu Wapres Jusuf Kalla sedangkan Menristek lebih ambil jalan diplomatis dalam mengomentari 'blue energy' ini.

Sorotan lain datang dari Rektor UMY yang menyatakan bahwa 'banyugeni' yang merupakan hasil penelitian para pakar di UMY, adalah benar2 bahan bakar yang diciptakan dari air. Sudah pula diujikan pada medio februari yang lalu bahwa 'banyugeni' mampu menjalankan motor.

Saya secara pribadi tidak tahu mana yang benar, karena saya awam tentang hal itu. Namun satu hal yang saya tahu...bahwa KEBENARAN memang akan selalu diuji oleh lingkungannya. Apabila memang teruji, maka KEBENARAN itu tetap akan eksis dan menunjukkan jati dirinya atau dapat dikatakan bahwa KEBENARAN tersebut memang 'BENAR.

HANYA WAKTU YANG BISA MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA.

Jangan menyerah teman-teman, kalau memang yang anda kerjakan adalah demi kemajuan bangsa ini...ayo maju terus..anggaplah kritik sebagai teman seperjuangan yang akan mengasah keingintahuan kita...kami semua menunggu dengan harapan akan ditemukan energi alternatif baru.....

yw-motivation

Work HARD/SMART

Work hard or work smart, merupakan 2 pertanyaan yang sering menghinggapi benak para pekerja sibuk saat ini. Dinamika kehidupan sangatlah padat, waktu 24 jam relatif dianggap tidak mencukupi lagi, padatnya jadual pekerjaan, tingginya tingkat persaingan, membuat para workalholic pun menjadi bingung dan memutar otak dan berusaha menyikapi hal ini "apa sich yang harus saya kerjakan, supaya semuanya selesai ?"

Work hard, akan menghasilkan pikiran yang kemrungsung, badan lelah, marah-marah, jengkel, yang semuanya ada di ZONA MERAH. Sedangkan work smart, lebih menekankan kepada kemampuan untuk me-manage semua pekerjaan yang ada dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Hasilnya ? Jauh lebih baik, kita relatif happy dalam melakukan pekerjaan, fresh thinking, jumlah pekerjaan yang diselsaikan banyak, tepat waktu dll. Time management dan energy management memegang peran penting dalam wark smart ini

Mayoritas kita adalah melakukan work hard ini, marilah kita coba beralih kepada work smart ini. Setiap tindakan, cara bicara dan pemikiran selalu dapat diubah, dan perubahan itu dapat dijadikan kebiasaan (William Paley)

yw-motivation

Mnedidik

"Sepuluh tahun sejak menanam pohon kita akan menuai hasilnya, namun perlu 100 tahun untuk menuai hasil mendidik anak manusia" Pepatah Cina di atas mengandung pengertian bahwa sangatlah "tidak mudah" untuk mendidik manusia. Lihatlah sekeliling kita, walaupun sudah ada bak sampah, masih ada juga orang yang membuang sampah dengan seenaknya atau perokok yang membuang abu atau puntungnya, seolah-olah asbaknya gede banget. Lampu traffic light yang selalu membikin deg-degan orang2 yang taat aturan karena ada yang tetap ngebut walaupun warna kuning sudah menyala bahkan banyak yang mobilnya tertabrak pengendara yang ngebut dan pingin melanggar lampu merah. Rambu larangan masuk juga kadang disepelekan, sehingga kadang ada  2 mobil berpapasan sehingga jalan menjadi tertutup...jadi susah dech

Itulah perilaku kita semua. Sangat susah untuk merubah perilaku-perilaku "kecil" seperti di atas. Padahal dengan perbaikan berbagai perilaku "kecil" di atas, maka akan muncul sebuah perubahan yang dahsyat, antara lain DISIPLIN, yang menjadi sumber utama bagi berbagai "praktek baik" bagi diri kita. Sebuah info di koran menyebutkan, bahwa untuk meningkatkan kebersihan pembuatan produk sebuah makanan kaleng, manager produksi melakukan survai ke semua karyawannya dan mendapatkan 'fakta' bahwa rumah mereka dalam keadaan amburadul, tidak tertata rapi, semrawut. Untuk itu dia lalu melakukan berbagai perubahan di kantor, justru dengan fokus berbagai 'perilaku' yang harus diperbaiki di rumah, seperti menjaga kebersihan, menjaga kerapihan dsb. Dan hasilnya...tingkat kebersihan produk makanan kaleng produksi perusahaan tersebut menjadi baik. Perbaikan perilaku dimulai dari DIRI SENDIRI

yw-motivation

Pelangi di mataku…

Wah indah nian pelangi yang selalu muncul di saat hujan barusan selesai dan bumi sudah cerah dengan sinar matahari yang begitu teduh. Setiap anak kecil pasti berlari-lari untuk melihat sang pelangi, apabila ortunya atau temannya ada yang berteriak “lihat..lihat ada pelangi”. Pelangi memang penuh warna, sebuah simbol yang menunjukkan bahwa manusia memiliki dinamika seperti pelangi. Suatu waktu kita begitu “merah” mungkin penuh amarah, jengkel dll; mungkin suatu saat kita begitu “hijau” penuh damai, tenang; suatu saat kita “kuning” memiliki banyak teman, relasi, sahabat atau suatu saat kita menjadi “putih” begitu dekat dengan Sang Khalik dalam menyelami setiap peritiwa yang kita jalani. Hidup memang penuh warna dan kita tidak bisa menghindar dari warna-warna itu. Sangat sulit bagi kita untuk selalu “putih” atau sangat tidak nyaman apabila kita selalu berada dalam zona “merah”. Hidup kita berada dalam kombinasi itu semua.

yw-motivation

SuKSes

Di saat-saat merenung sendirian, kebanyakan orang mengakui bahwa ada sesuatu yang hilang dari kehidupannya, sesuatu yang separuh tuntas, sesuatu yang divisikan tetapi tidak pernah terealisasikan. Hal ini biasanya berhubungan dengan ketidak-serasian di antara siapa kita dengan apa pekerjaan kita atau di antara apa yang yang ingin kita raih dan apa yang benar-benar kita raih. Mengapa hal ini terjadi ? Sedangkan pada masa kini tersedia ribuan informasi, teknik dan metodologi tentang way of success. Banyak pula terdapat para motivator ulung, yang siap mencharge semangat kita yang sedang down, tetapi tetap saja kita merasa ada sesuatu yang hilang. Ada 2 jawaban yang bisa dijadikan pegangan dalam mengatasi hal di atas yaitu : (1) Sukses bukanlah kunci menuju kebahagiaan. Kebahagiaan-lah kunci menuju sukses. Kalau Anda mencintai pekerjaan Anda, Anda akan sukses (Albert Schweitzer) dan (2) Hanya ada satu sukses- mampu menjalani kehidupan Anda menurut cara Anda sendiri (Christopher Morley). (kutipan dari Buku DNA Sukses)

yw-motivation

Terjun di dunia nyata

4 poin penting yang amat diperlukan di dunia kerja yaitu :

  1. Kemampuan berkomunikasi

Komunikasi merupakan hal terpenting yang harus dikuasai oleh setiap orang di manapun. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik diyakini akan memperluas relasi, meningkatkan kinerja serta ’survive’ di dunia kerja

  1. Kemampuan mengorganisasi

Dalam menjalani hidup ini kemampuan mengorganisasi merupakan komponen penting dalam dunia kerja. Salah satu contoh terpenting yaitu dalam mengorganisasi waktu. Apabila anda sekalian mampu melakukan manajemen waktu dengan baik, diyakini anda akan dikenal sebagai orang yang disiplin dan mampu bekerja dengan skala prioritas. Hal ini merupakan modal luar biasa yang harus anda miliki.

  1. Memahami Etika kerja

Pemahaman etika di tempat kerja merupakan modal awal untuk membuat karier anda ’melesat bak meteor’ pada masa mendatang. Kemampuan untuk saling menghormati, membimbing dan bersikap sopan merupakan etika tak tertulis yang berlaku di semua tempat kerja dan apabila anda sekalian mampu menjadikan sikap ini menjadi suatu perilaku ’keseharian’ anda maka masa depan cerah akan anda genggam. PLEASE DO IT. 

  1. Kemampuan memimpin

Seseorang yang telah memiliki minimal ’3 modal’ seperti tersebut di depan telah memiliki modal untuk memimpin. Seorang leader adalah seorang  yang mampu mengubah ’dunia’ di manapun dia berada. Dengan menjadi leader anda akan memiliki kesempatan lebih ’luas’ untuk melakukan berbagai perubahan ’baik’ yang sesuai dengan tuntutan jaman. Sebagai leader buatlah organisasi/unit  yang anda pimpin dapat  mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menetapkan tujuan ingatlah prinsip SMART (Simple, Measureable, Achieveable, Realistic and Timelineness).

Empat hal di atas merupakan hal yang dapat dipelajari dan akan menjadi semakin matang dalam diri kita apabila kita melakukan dengan sungguh-sungguh. DAN SAYA PERCAYA ANDA SEMUA MAMPU MELAKUKAN ITU. Namun demikian, semua harus menyadari bahwa dalam hidup, penjumlahan 1 + 1 ¹ 2, itu adalah REALITA. Dalam hidup tidak semua hal bisa berjalan dengan selalu lancar, selalu ada hambatan yang akan menghalangi. Jangan mudah menyerah, gunakan segenap daya upaya yang kita bisa dan meyakini semua akan INDAH PADA WAKTUNYA, seperti untaian prosa dari A.J Cronin sebagai berikut :

Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui

di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan,

namun berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan,

di mana kita harus mencari jalan,

tersesat dan bingung, sekarang dan sekali lagi

kita sampai pada jalan yang tak berujung

Namun jika kita punya keyakinan,

pintu pasti akan dibukakan untuk kita,

mungkin bukanlah pintu yang selalu kita inginkan,

namun pintu yang akhirnya akan terbukti terbaik untuk kita

Selamat datang di dunia kerja, selamat berjuang dan tataplah dunia dengan OPTIMIS.

Jabat erat....

yw-motivation

Hati membawa...

Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang akan kau ambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening dan dengarkanlah hatimu. Lalu ketika hati itu bicara, beranjaklah dan pergilah ke mana hati membawamu

(Susan Tamaro)

My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 10/2007