LANGKAH PERTAMA

Perjalanan ribuan li dimulai dengan satu langkah ! Sebuah pepatah Cina yang amat sangat berhargai dan amat mengakar pada diri saya. Sebagai seorang pribadi, yang sangat tertarik dengan prinsip BREAKTHROUGH (sejak berita www.kompas.com per 28 Mei 2009), yang artinya adalah WUJUDKAN IDE ANDA MENJADI KARYA/PRODUK NYATA, yang nampak jelas pada shotout di fs saya ini; pepatah Cina itu selalu menjadi spirit tersendiri apabila menghadapi masa atau aktivitas yang sulit untuk dijalankan. BERANI MEMULAI LANGKAH merupakan sebuah KEBERANIAN yang harus dimiliki, untuk mewujudkan suatu kehidupan yang lebih baik.

Namun demikian, langkah pertama bukanlah merupakan sesuatu yang mudah, kadang juga menyulitkan. Langkah Pertama bagi banyak orang adalah SULIT, ENGGAN DILAKUKAN, BUTUH KOMITMEN TINGGI, TIDAK TAHU CARANYA,....dan puluhan ungkapan sulit yang mungkin bisa anda tambah sendiri. Saya sendiri mengalami berbagai hal-hal tersebut, sehingga kalau ada yang kesulitan dalam Langkah Pertama, bukanlah berarti orang tersebut MALAS atau TIDAK MAU BERTINDAK, karena semua orang pasti akan ‘pernah’ mengalaminya !

Lalu bagaimana untuk menjadi berani ? Hanya satu cara yaitu JUST DO IT (semboyan Nike) adalah hal MUTLAK yang harus dilakukan. JANGAN TAKUT SALAH,...kalau ada kekeliruan, segera perbaiki. Kita tidak akan pernah tahu yang benar, kalau tidak pernah melakukan kekeliruan (kata orang bijak), walaupun itu bukan menjadi pembenaran kalau kita keliru terus. Kalau kita keliru terus, berarti kita kurang MENDALAM dalam melakukan PERTIMBANGAN sebelum memutuskan sesuatu.

JUST DO IT and MAKE YOUR OWN RISK TO BE MINIMUM

Merdeka !!!!

yw-motivation

                            

Hambatan berkomunikasi

Komunikasi merupakah salah satu hal 'penting' yang harus dikuasai oleh siapapun yang bekerja atau berkarya di masyarakat. Kekurang piawaian dalam berkomunikasi bisa me-mandeg-kan banyak hal. Pertanyaannya 'hambatan utama apa yang menjadi penghambat dalam berkomunikasi ?' Dari berbagai jawaban yang mungkin muncul...saya memiliki pengalaman kecil ini.

Sewaktu saya ditanya guru Bahasa Inggris...'apa yang mengambat anda dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris ?' jawaban saya hanya satu yaitu PERCAYA DIRI. KArena saya kurang memiliki rasa PD maka semuanya akan mengganggu kelancaran komunikasi saya terutama menggunakan bahasa Inggris. Tetapi kalau saya dalam melakukan komunikasi dalam Bahasa Inggris..rada2 nekat untuk ngomong, ga perduli masalah grammar, yang penting yang saya aja bicara akan mengerti yang saya maksud, maka komunikasi dengan bahasa Inggris akan menjadi lancar..tanpa hambatan

Saya rasa masalah PD memang harus kita miliki dalam melakukan komunikasi, tidak hanya dalam bahasa Inggris, tetapi dalam bahasa apapun, terutama komunikasi lisan, ke-PD-an seseorang akan melancarkan proses komunikasi yang dijalankan....

yw-motivation

'close position'

Di dunia ini dikenal 2 organisasi besar yang sangat rapi dalam pengaturan organisasinya yaitu dunia militer dan struktur gereja Katolik Roma. Dalam kedua organisasi besar ini beberapa ketentuan organisasi dan salah satunya jenjang kepangkatan atau posisi pemimpin betul2 telah memiliki SOP yang jelas. Mari kita lihat beberapa contoh diantaranya.

Dalam dunia militer, sebut aja di negara Indonesia ini. Seorang yang terpilih sebagai Panglima TNI tentunya  sebelumnya telah menjalani jabatan Kepala Staf yaitu KSAD/KSAL/KSAU. Seseorang yang menjadi KSAD/KSAL/KSAU tentunya sebelumnya telah menjalani level kepemimpinan di bawahnya seperti Wakil KSAD/KSAL/KSAU atau Panglima-Panglima yang posisinya setara dengan jendral Bintang III atau Bintang II. Seorang Panglima misalnya Pangdam, Pangarmabar, Pangkopsau, tentunya telah menjalani level kepemimpinan di bawahnya seperti Komandan-Komandan yang selevel dengan Bintang 1. Dan yang menarik, selain jenjang kepangkatan yang jelas, setiap perwira yang akan naik pangkat atau menduduki jabatan struktural strategis selalu menjalani berbagai sekolah seperti SESKO, SESKOGAB atau Lemhanas. Dalam berbagai sekolah tersebut, para perwira dilatih dan dididik tentang wawasan, tanggung jawab, kewenangan, ruang lingkup dan berbagai hal terkait dengan kemungkinan pangkat atau jenjang struktural yang kemungkinan akan menjadi jenjang karier berikutnya ! Sebuah organisasi yang matang !

Struktur gereja Katolik Roma juga demikian. Seorang Paus tentunya dipilih dari para Kardinal yang merupakan wakil dari tiap negara. Seorang Kardinal dipilih dari sejumlah Uskup yang ada di negara tersebut. Seorang Uskup dipilih dari seorang Romo yang telah menjalani tugasnya di lingkungan Kevikepan atau Provinsial, dst. Sebuah organisasi yang matang pula !

Dari uraian di atas, semuanya menunjukkan bahwa syarat menajdi pemimpin adalah (utama) tentunya adalah TRACK RECORD atau KINERJA yang BAIK. Namun masih ditambah dari berbagai pengalaman yang dimiliki seseorang terutama dalam menjalani berbagai posisi jabatan atau kepangkatan sebelumnya. Dengan demikian pada kedua organisasi besar tersebut, masalah krisis kepemimpinan ‘mungkin’ amat sangat kecil didengar, karena telah memiliki alur yang jelas dalam organisasinya. Dengan telah memiliki pengalaman pada jabatan pada level tertentu di bawah jenjang yang akan diraih, seseorang telah terbiasa untuk menjalani DINAMIKA yang terjadi pada level2 tersebut sehingga akan lebih mudah BERADAPTASI apalabila mengalami promosi.

Tentunya cerita di atas tidak dapat disangkal bukan ? Namun tidak semua organisasi memiliki kemampuan seperti kedua cerita di atas. Pada berbagai organisasi yang lebih kecil, TRACK RECORD atau KINERJA menjadi hal TERUTAMA sebagai landasan bagi seseorang untuk promosi kepangkatan yang lebih tinggi. Hal itu oke2 saja tentunya. Namun yang patut menjadikan perhatian, apabila dalam organisasi yang memberlakukan hal ini, dalam kesehariannya berhubungan dengan MANUSIA , maka diperlukan sebuah KEYAKINAN bahwa pemimpin baru ini akan cepat belajar dan beradaptasi terhadap dinamika yang terjadi. Kesulitan yang utama, apabila seseorang naik pangkat ‘melesat bak meteor’ maka relasi dengan MANUSIA-MANUSIA lain bisa menjadi tidak harmonis pada awal mulanya apabila pemimpin melakukan gaya kepemimpinan murni berdasarkan STYLE yang dimiliki (contoh otoriter/semau gue), apalagi tanpa mendengar masukan dari yang lain. Kalau hal ini tidak cepat disadari, baik oleh pemimpin itu sendiri atau komunitas yang dipimpin, maka resiko penurunan kinerja akan sangat mungkin terjadi. Hal yang KONTRAPRODUKTIF akan terjadi dan dapat memicu ‘demotivasi’ bagi para karyawan yang lain.

Adalah cara mengatasinya ??? Teoritis, yang harus segera sadar adalam PEMIMPIN tersebut untuk segera cepat belajar dari pengalaman para pendahulu dan segera beradaptasi dengan kultur yang telah terbentuk. Lanjutkan berbagai good practice dan lakukan pembenahan pada hal yang tidak baik. Kedua, kalau PEMIMPIN tidak sadar, tugas komunitas organisasi-lah yang harus berani melakukan ‘counter’ apabila terdapat kebijakan yang akan membawa pada suasana KONTRAPRODUKTIF pada organisasi tersebut ! Bukan suatu hal yang mudah untuk hal yang kedua ini, namun tidak ada jalan lain.

Pemimpin yang ‘melesat bak meteor’ biasanya akan membawa banyak perubahan positif apabila mampu melakukan sustainbility berbagai good practice yang ada dan bersedia menyelam dalam kultur yang telah terbentuk. Apabila itu dilakukan..perubahan apapun....yang diinginkan SANG PEMIMPIN akan dapat terlaksana. Pengalaman kedua organisasi besar itu-pun hanyalah menjadi pelengkap bagi tradisi yang ada.

yw-motivation

Style

Setiap pimpinan selalu punya style tersendiri dalam memimpin organisasi. seorang pemimpin yang tahu 'cara memimpin' apabila ditunjuk untuk memimpin sebuah organisasi, hal pertama yang dilakukan adalah mempelajari terlebih dahulu capaian organisasi yang dipimpin berikut pola kerja pimpinan terdahulu. dengan mempelajari pola kerja pimpinan terdahulu maka akan diketahui TRADISI BAIK apa saja yang telah dilakukan dan dianggap BAIK dan PATUT DITERUSKAN; sekaligus juga akan dijumpai HAL-HAL apa yang kurang baik dan tidak perlu untuk diteruskan atau memerlukan PERBAIKAN sebelum dilakukan pada saat ini

Namun, kita semua tahu, bahwa di negara tercinta ini, budaya untuk melakukan hal di atas tidaklah sepenuhnya dilakukan. Para pimpinan baru cenderung untuk beraktivitas sesuai dengan STYLE yang dia miliki. Mungkin banyak HAL BAIK yang telah dilakukan, namun sama sekali tidak diteruskan, malah cenderung dihilangkan, yang penting STYLE-nya beda dengan YANG DULU. Mengapa ini terjadi, karena banyak yang tidak mencoba mencari 'filosofi' dari suatu tradisi atau budaya yang telah terjadi; kalau ga cocok ya langsung dilibas saja. Nah hal ini kalau tidak disadari akan membawa penurunan kinerja organisasi, sehingga organisasi yang sudah dibangun dengan susah payah akan cepat mengalami penurunan kinerja !!!

Ada ga solusi untuk ini ??? Jelas ada...kalau mau pilih pimpinan baru pilihlah yang mempunyai TRACK RECORD kinerja yang bagus dan POSISI SEBELUMNYA adalah relatif dekat dengan posisi pimpinan yang akan diembannya ! Ini sangat penting karena akan menjaga kesinambungan roda organisasi

yw-motivation 

what we will do

At June 2008, I follow motivation training with all of my friend in faculty. The topic of this training is 'to make synergy for all employee' in facing the future. I was very attracted with the questioner about 'why you need for contribute something in this faculty' Most of us said that 'we need of achievement'. It means that all person that work ini faculty....work for achievement...to get more high target than before. Very suprisingly...because if we work at this organization, we need to be more dynamic from day to day. We all wok with target in the future. One thing that's we have to remember, we need 'internal driven' strongly...we have to 'charge' it every we exhausted

yw-motivation

Ordinary ? NoT Me !

Ordinary ? NOT ME ! itu slogan terbaru ponsel LG tipe terbaru. Di iklan tersebut dicoba digambarkan image bahwa produk LG bukan merupakan produk ‘biasa’. Kalau tidak ‘biasa’ tentunya ‘luar biasa’ bukan !?! Kita pun semua bisa menjadi ‘luar biasa’ walaupun kita ini adalah orang ‘biasa’. Cobalah lihat beberapa kisah sukses yang ada di koran, buku ataupun tv. Hampir sebagian besar orang sukses adalah orang ‘biasa’, di mana sebelumnya tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Contoh klasik adalah Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar. Siapa dia sebelumnya ? Dia merupakan seorang tuna rungu yang tidak selesai sekolahnya, namun karena keberaniannya bereksperimen, dia menemukan lampu listrik yang akhirnya mengubah dunia ! Tokoh lain, Bill Gates, seorang milyuner dunia, dulunya juga tidak lulus universitas ! Orang Indonesia, Andrie Wongso, motivator no.1 Indonesia, juga tidak kelar sekolahnya ! Mengapa mereka semua bisa sesukses atau seterkenal ini pada saat ini !!

Beragam jawaban untuk menjawab hal ini. Kesuksesan mereka tidak hanya berasal dari satu faktor saja tetapi berasal dari kumpulan faktor-faktor yang saling terkait satu sama lain, antara lain : memiliki mimpi, punya visi, jeli membaca peluang, kreatif, inovatif, beruntung, memiliki modal, mampu me-manage SDM, saatnya tepat, pilihan karier pas, produk sangat berguna, berani mencoba, tidak takut gagal, memiliki ambisi dan berani mewujudkan ide menjadi realita.

Edison mengatakan, orang jenius adalah orang yang memiliki 1% inspirasi dan 99% bekerja keras; Bill Gates memiliki visi 1 PC untuk 1 rumah tangga; Andrie Wongso memiliki semangat ‘succes is my right’. Semuanya memiliki kemampuan untuk melakukan BREAKTHROUGH (wujudkan ide menjadi karya/produk nyata). Mereka semua adalah orang ‘biasa’ namun karya mereka adalah ‘luar biasa’

Ordinary ? NOT ME ! itu jawaban tegas anda untuk siapapun dan wujudkan menjadi karya/produk nyata

Eureka

yw-motivation

Mendidik

"Sepuluh tahun sejak menanam pohon kita akan menuai hasilnya, namun perlu 100 tahun untuk menuai hasil mendidik anak manusia" Pepatah Cina di atas mengandung pengertian bahwa sangatlah "tidak mudah" untuk mendidik manusia. Lihatlah sekeliling kita, walaupun sudah ada bak sampah, masih ada juga orang yang membuang sampah dengan seenaknya atau perokok yang membuang abu atau puntungnya, seolah-olah asbaknya gede banget. Lampu traffic light yang selalu membikin deg-degan orang2 yang taat aturan karena ada yang tetap ngebut walaupun warna kuning sudah menyala bahkan banyak yang mobilnya tertabrak pengendara yang ngebut dan pingin melanggar lampu merah. Rambu larangan masuk juga kadang disepelekan, sehingga kadang ada  2 mobil berpapasan sehingga jalan menjadi tertutup...jadi susah dech

Itulah perilaku kita semua. Sangat susah untuk merubah perilaku-perilaku "kecil" seperti di atas. Padahal dengan perbaikan berbagai perilaku "kecil" di atas, maka akan muncul sebuah perubahan yang dahsyat, antara lain DISIPLIN, yang menjadi sumber utama bagi berbagai "praktek baik" bagi diri kita. Sebuah info di koran menyebutkan, bahwa untuk meningkatkan kebersihan pembuatan produk sebuah makanan kaleng, manager produksi melakukan survai ke semua karyawannya dan mendapatkan 'fakta' bahwa rumah mereka dalam keadaan amburadul, tidak tertata rapi, semrawut. Untuk itu dia lalu melakukan berbagai perubahan di kantor, justru dengan fokus berbagai 'perilaku' yang harus diperbaiki di rumah, seperti menjaga kebersihan, menjaga kerapihan dsb. Dan hasilnya...tingkat kebersihan produk makanan kaleng produksi perusahaan tersebut menjadi baik. Perbaikan perilaku dimulai dari DIRI SENDIRI

yw-motivation

Terjun di dunia nyata

4 poin penting yang amat diperlukan di dunia kerja yaitu :

  1. Kemampuan berkomunikasi

Komunikasi merupakan hal terpenting yang harus dikuasai oleh setiap orang di manapun. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik diyakini akan memperluas relasi, meningkatkan kinerja serta ’survive’ di dunia kerja

  1. Kemampuan mengorganisasi

Dalam menjalani hidup ini kemampuan mengorganisasi merupakan komponen penting dalam dunia kerja. Salah satu contoh terpenting yaitu dalam mengorganisasi waktu. Apabila anda sekalian mampu melakukan manajemen waktu dengan baik, diyakini anda akan dikenal sebagai orang yang disiplin dan mampu bekerja dengan skala prioritas. Hal ini merupakan modal luar biasa yang harus anda miliki.

  1. Memahami Etika kerja

Pemahaman etika di tempat kerja merupakan modal awal untuk membuat karier anda ’melesat bak meteor’ pada masa mendatang. Kemampuan untuk saling menghormati, membimbing dan bersikap sopan merupakan etika tak tertulis yang berlaku di semua tempat kerja dan apabila anda sekalian mampu menjadikan sikap ini menjadi suatu perilaku ’keseharian’ anda maka masa depan cerah akan anda genggam. PLEASE DO IT. 

  1. Kemampuan memimpin

Seseorang yang telah memiliki minimal ’3 modal’ seperti tersebut di depan telah memiliki modal untuk memimpin. Seorang leader adalah seorang  yang mampu mengubah ’dunia’ di manapun dia berada. Dengan menjadi leader anda akan memiliki kesempatan lebih ’luas’ untuk melakukan berbagai perubahan ’baik’ yang sesuai dengan tuntutan jaman. Sebagai leader buatlah organisasi/unit  yang anda pimpin dapat  mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menetapkan tujuan ingatlah prinsip SMART (Simple, Measureable, Achieveable, Realistic and Timelineness).

Empat hal di atas merupakan hal yang dapat dipelajari dan akan menjadi semakin matang dalam diri kita apabila kita melakukan dengan sungguh-sungguh. DAN SAYA PERCAYA ANDA SEMUA MAMPU MELAKUKAN ITU. Namun demikian, semua harus menyadari bahwa dalam hidup, penjumlahan 1 + 1 ¹ 2, itu adalah REALITA. Dalam hidup tidak semua hal bisa berjalan dengan selalu lancar, selalu ada hambatan yang akan menghalangi. Jangan mudah menyerah, gunakan segenap daya upaya yang kita bisa dan meyakini semua akan INDAH PADA WAKTUNYA, seperti untaian prosa dari A.J Cronin sebagai berikut :

Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui

di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan,

namun berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan,

di mana kita harus mencari jalan,

tersesat dan bingung, sekarang dan sekali lagi

kita sampai pada jalan yang tak berujung

Namun jika kita punya keyakinan,

pintu pasti akan dibukakan untuk kita,

mungkin bukanlah pintu yang selalu kita inginkan,

namun pintu yang akhirnya akan terbukti terbaik untuk kita

Selamat datang di dunia kerja, selamat berjuang dan tataplah dunia dengan OPTIMIS.

Jabat erat....

yw-motivation

Breakthrough

Breakthrough adalah magic word. Nilai-nilai yang terkandung dalam breakthrough ini adalah semangat untuk lebih unggul dibandingkan yang lain, kreativitas, efektivitas, daya juang, keunikan, kejelian membaca peluang dan kemampuan mengimplementasikan ide menjadi kerja atau produk yang nyata (Kompas, 25 Mei 2008)

Spirit breakthrough ini mungkin sudah familiar dengan kita. Sudah sering kita mendengar ungkapan bahwa kita harus semangat, kita harus punya semangat 'lebih', kita harus lebih kreatif, kita harus unik dan jeli dll. Itu sudah biasa kita dengar, namun 'belum tentu kita semua mau dan mampu menjalaninya' Tapi dalam semangat breakthrough ini ada yang menarik yaitu 'kemampuan mengimplementasikan ide menjadi kerja atau produk nyata'. TUNTUTAN DUNIA sudah berubah...kita mungkin rajin mengikuti berbagai pelatihan motivasi, untuk selalu meng-update semangat kita..namun mungkin tidak selalu berhasil..mungkin saja kita hanya termotivasi selama 3 hari, sesudahnya...ya ga tau. Diri kita sebenarnya bisa menjadi lebih....dan lebih....; kalau kita semua mau melakukan semangat breakthrough yang paling 'bontot' yaitu mampu mengimplementasikan ide menjadi kerja atau produk nyata. Mampu menghasilkan KARYA..itu menjadi tuntutan dinamika saat ini. Dengan mampu mewujudkan suatu ide menjadi produk nyata..maka berbagai keinginan kita untuk lebih unggul, lebih kreatif, lebih hebat dll....PASTI SUDAH MENJELMA dalam DIRI KITA. Kalau itu bisa terjadi..maka anda akan menjadi 'seseorang' yang betul2 anda inginkan. TETAP SEMANGAT !

yw-motivation

Sebuah Pengalaman

Dalam sebuah pelatihan motivasi yang diselenggarakan pada bulan Januari 2007, di salah satu sesinya, sang motivator, Bu Lanny, menunjukkan betapa ‘penting’ dan ‘ampuhnya’ sinergi yang dibangun oleh sekumpulan manusia. Seorang peserta diminta berbaring (dipilih yang paling tinggi dan berbadan besar), kemudian dipilih 6 peserta untuk maju ke depan dengan satu tugas yaitu “mengangkat peserta yang berbaring dengan menggunakan 2 jari telunjuk” Sebelum pelatihan ini, saya biasanya hanya mendengar cerita bahwa sekumpulan orang yang melakukan ‘sinergi’ akan dapat mengangkat peserta yang berbaring ini dan biasanya mereka berhasil. Jujur saja, kesempatan ini merupakan momen bagus untuk melihat, merasakan dan membuktikan ‘apakah cerita selama ini benar’. Bu Lanny memberikan perintah kepada 6 peserta supaya mereka semua mendekat, kemudian berkonsentrasi sejenak, kemudian ‘bayangkan tangan anda sekeras baja dan mampu untuk mengangkat orang yang berbaring tersebut. Ke-6 peserta lalu diam, semua hening, kemudian menyatukan kedua jari telunjuk mereka dan meletakkannya di bawah badan peserta yang berbaring, kemudian setelah mendengar aba-aba, ke-6 peserta mencoba mengangkat. Dan sungguh AJAIB, ternyata tubuh peserta yang semuala berbaring dapat diangkat sekitar 10 cm dari atas meja, HANYA DENGAN 2 JARI MASING-MASING PESERTA ! Wah sungguh luar biasa pengalaman hari ini….ternyata dengan penyatuan tekad, kemudian bersama-sama mengangkat peserta maka tugas hari ini yaitu mengangkat peserta yang berbaring telah terlaksana dengan baik. Ternyata, kedua telunjuk kita, yang sebenarnya tidak sekeras baja, bisa mengalami penyatuan dengan jari telunjuk peserta lain sehingga mampu untuk melakukan SINERGI. Bayangkan teman2, kalau dalam komunitas atau organisasi kita, semua person-nya mau secara bersama-sama melakukan SINERGI baik dari sisi PERENCANAAN, IMPLEMENTASI KEGIATAN dan HATI, maka semua USAHA yang dilakukan prosentase keberhasilannya SANGAT BESAR ! yw-motivation

Kata para pakar

Bagi seorang anak, dunia adalah tempat yang indah, kesenangan tanpa akhir, penuh keajaiban. Ketika anda menjadi dewasa dan cenderung melupakan bahwa dunia adalah tempat yang indah, dunia tetap penuh keajaiban, jika anda mempunyai mata untuk melihatnya (Pepatah Kuno dalam Spirit of Change, Indra Ismawan).

Robert Kiyosaki dalam bukunya mengatakan bahwa apabila kita ingin merubah dunia, lihatlah dari kacamata seorang anak terutama usia 10-15 tahun. Ingatan saya melayang pada masa itu, apa yang saya lakukan pada umur tersebut. Ternyata pada umur tersebut, seorang anak itu termasuk orang yang selalu asyik dengan hal yang dihadapi. Kalau dia sedang suka bermain, maka dia akan bermain. Banyak sekali yang akan dilakukannya, sebagai contoh, kalau dia menyusun mainan kotak-kotak (pasel ya namanya), pada awalnya dia akan mencoba mengikuti contoh yang sudah ada...namun apabila semua contoh itu habis, maka dia akan mencoba menyusun sebuah bangunan baru, lengkap dengan imajinasinya ! anak kecil berani melakukan inovasi berikut menceritakan mimpinya terkait dengan benda2 yang telah disusunnya! Betul khan ? Mengapa demikian, karena mereka tidak memiliki BEBAN ! Terkadang sebagai orang dewasa , kita ingin menjadi anak kecil yang tidak memiliki beban. Mungkin kadang kita iri dengan anak kita yang masih SD, dengan mudahnya dia tertidur pulas, atau bermain dengan enaknya dan pulang dengan baju kotor, tanpa mempertimbangkan siapa yang nyuci, ada tugas atau PR apa besok pagi. Semuanya TANPA BEBAN ! Dalam dunia yang penuh dengan perubahan, kita bisa menjadi seperti anak kecil. Lihatlah banyak KEAJAIBAN di balik perubahan. Carilah TEMPAT di mana anda dapat memainkan PERAN ANDA. Lihatlah betapa asyiknya seorang anak yang bermain di pantai dan membangun sebuah banguan dari pasir. Lihatlah betapa ASYIKNYA  mereka, lihatlah KREASI mereka, lihatlah keberanian mereka melakukan INOVASI. Kita sebagai orang dewasa akan TERKEJUT melihat bahwa BANYAK HAL MENGASYIKKAN yang 'sebenarnya' bisa kita lakukan sebagai orang dewasa. Pandanglah perubahan sebagai proses yang menyenangkan !

Kuat dan unik

Sebuah organisasi yang dinamis dan berkembang selalu ingin menjadi yang terdepan dalam rangka memenangkan suatu persaingan. Bila suatu organisasi sudah berada pada momentum tersebut, pembicaraan mengenai penguatan organisasi atau kekhas-an suatu organisasi selalu menjadi perbincangan yang menarik, serius dan selalu menjadi pembicaraan pokok. Selalu timbul perdapatan, bahwa sebuah organisasi harus kuat lebih dulu, baru menjadi unik atau khas; sebaliknya juga ada pendapat bahwa sebuah organisasi sebaiknya sudah memiliki ciri khas atau unik, karena mendatang akan menjadi kuat karena ciri khas tersebut. Bak ayam dan telur, diskusi seperti ini tidak akan pernah selesai, karena tentunya masing2 memiliki argumentasi yang logis dan rasional.

Dalam sebuah diskusi renstra fakultas pada Maret 2008, terdapat informasi yang menarik dari Bu Suryawati UGM, bahwa sebuah organisasi untuk pertama kali harus memiliki sebuah TUJUAN yang jelas. TUJUAN ini bisa berasal dari suatu desain atau berdasarkan kumpulan ‘good practice’ yang selama ini sudah terjadi pada suatu unit organisasi. Apabila sebuah organisasi suah memiliki GOAL yang jelas, maka segala upaya yang mendukung GOAL tersebut sudah harus didesain dan diupayakan untuk terus secara konsisten dijalankan tanpa melupakan adanya monitoring pada ‘point2’ penting untuk dilakukan penyempurnaan. Dengan implementasi demikian maka suatu organisasi akan menjadi KUAT karena berkembang berdasarkan DESAIN JELAS disertai dengan REFLEKSI untuk melakukan penyempurnaan. Apabila ini yang terjadi maka organisasi menjadi KUAT. Apabila organisasi sudah menjadi KUAT maka secara spesifik bisa mulai membentuk CIRI KHAS berdasarkan hasil pengalamannya. CIRI KHAS ini akan menjadi sebuah KEUNIKAN bagi organisasi tersebut. Harapannya organisasi demikian akan menjadi leader dalam persaingan di dunia kerja.

SEBALIKNYA, apabila organisasi sudah memilih memiliki CIRI KHAS terlebih dahulu, masih dijumpai berbagai kelemahan yaitu masalah KEKUATAN atau SOLIDnya organisasi. Menjadi UNIK memang menarik, karena akan bisa seolah-olah menjadi TAMPIL BEDA dan MENARIK bagi orang. Apabila organisasi ini sudah menjadi UNIK, apakah organisasi ini akan bisa secara kontinu mempertahankan KEUNIKANNYA ? Itu yang menjadi pertanyaan ! Karena apa, KEKUATAN organisasinya ‘mungkin’ (sekali lagi mungkin) belumlah tertata dengan rapi, sehingga ada kekhawatiran kalau kita mengejar UNIK, maka akan lupa dalam menata organisasinya untuk menjadi KUAT.

Oke cerita di atas berada dalam tataran rapat, mungkin memusingkan. Mungkin contoh kecil ini bisa untuk memberikan ilustrasi. Di sebuah pasar tradisional di Yogya, terdapat banyak sekali para pedagang batik, yang harganya dari level ‘murah meriah’ sampai ‘mahal’ pun ada pula. Hampir semua kios batik di depannya selalu ada tulisan MElAYANI GROSIR dan ECERAN. Namun ada 1 kios yang berbeda yaitu kios FB yaitu MELAYANI GROSIR dan PRODUKSI. Kios ini luar biasa, pengunjung dan pembelinya banyak sekali. Omzetnya, menurut perhitungan pribadi saya, waktu hari libur sampai jutaan rupiah mungkin. Apa yang menarik ya dari kios ini ya. Satu kata dalam slogan yaitu PRODUKSI. Semua kios menulis GROSIR dan ECERAN namun kios ini menulis GROSIR dan PRODUKSI. Keunikannya pada PRODUKSI, di mana kios ini membuat model baju batik dengan melakukan produksi sendiri, tidak disuplai oleh agen tertentu. Akibatnya apa ? Model baju yang ada selalu lebih maju dibanding dengan kios yang lain ! Kios ini memang KUAT karena memiliki kesamaan dengan kios yang lain sehingga tetap menjadi kios yang KUAT, namun memliki keUNIKan yaitu mampu mengelola PRODUKSI dari batik yang dijual di kios tersebut.

yw-motivation

Berpikir merdeks

Teman-teman, dalam hidup kita tentu sering melakukan pembicaraan entah itu hanya berdua saja, atau dalam sebuah kelompok kecil, atau berpartisipasi dalam kelompok besar dll. Dalam berbagai diskusi ini kita bisa saja berperan sebagai peserta, pimpinan diskusi, fasilitator, ataupun pembicara. Yang menarik, diskusi akan berjalan dengan baik kalau masing-masing anggota kelompok diskusi aktif dalam menyampaikan pendapatnya. Dalam penyampaian pendapat ini sering terjadi perdebatan antar satu sama lain, ada yang debatnya sangat hebat tetapi debat kusir, ada yang debatnya terarah dan konstruktif, ada yang debatnya lebih ke arah suatu kepentingan pribadi dll. Nah kalau debatnya aneh2 tentunya sangat menyebalkan ya, lalu diskusi yang paling enak bagaimana ya ?

Diskusi paling menyenangkan kalau kita melakukannya dengan ‘berpikir merdeka’. Apa ya maksudnya ? Adakah orang2 yang ‘berpikir merdeka’ saat ini ? memang sangat sulit untuk menjawabnya, apakah ada yang memiliki sifat ‘berpkir merdeka’ ini. Orang yang berpikir merdeka adalah orang2 yang apabila berbicara selalu mencoba memperhatikan dengan sungguh2 tentang topik pembicaraan, menelaah dengan rasional, kemudian berani memberikan pendapat tanpa memihak (berdiri di atas semua golongan). Orang2 yang berpikir merdeka, dengan sikapnya seperti di atas selalu memberikan informasi yang akurat dan mampu memberikan suasana diskusi yang menyenangkan. Mereka tidak anti apabila ada yang ‘tidak setuju’ dengan pendapat mereka, namun mereka bisa memberikan penjelasan dengan runtut, rasional tanpa orang lain perlu ‘mengernyitkan dahi’ atau berpikir keras dalam memaknai suatu pendapat yang timbul. Biasanya mereka juga merupakan orang yang periang dan bersifat ‘nothing to loose’, yang tidak akan ngambek kalau pendapatnya ditolak.

Orang2 demikian biasanya merupakan orang yang berpengaruh dalam suatu unit kerja/organisas,i baik yang bertindak sebagai pejabat formal ataupun non pejabat. Kalau anda memiliki orang2 yang demikian dalam organisasi anda, maka berbahagialah anda karena anda menjadi bagian dalam sebuah organisasi yang berkembang.

yw-motivation

Jika anda..

JIKA ANDA MEMPUNYAI GAGASAN BARU SETIAP HARI, ANDA AKAN MATI (Jack Welch, CEO General Electric)

Siapa si pecundang dalam dunia yang terus berubah dan sangat dinamis ini ? Yakni mereka yang TIDAK MELAKUKAN APA-APA. Mereka mungkin saja tidak tahu apa-apa, sehingga tidak melakukan apa-apa. Namun anda yang TAHU TERLALU BANYAK, mungkin juga terjerat problem yang sama, yaitu tidak berbuat apa-apa. Dalam skala tertentu, informasi amat berguna sebagai bekal bertindak. tetapi ketika kita enggan menyeleksinya, informasi akan menjadi TIRAN dalam jiwa kita. Kita tidak bisa mengambil keputusan justru kita memiliki terlalu banyak informasi (dikutip dari Indra Ismawan, Spirit of Change)

Ternyata tidak tahu apa-apa juga merupakan MASALAH. Dan tahu terlalu banyak juga merupakan MASALAH ! Lalu yang paling baik apa ya.....mungkin filsafat Jawa ini menarik untuk direnungkan....URIP KUWI SAMADYA WAE (hidup itu secukupnya saja). Bagaimana fren ? Prepare yourself

yw-motivation

Way of life

pelatihan amotrap tanggal 14 feb 2008 (pas valentine nich) ada permainan yang menarik. Di mana dalam kelompok kecil, tiap peserta mendapatkan 1 huruf yang akan dibuat kata yang merupakan istilah kepemimpinan. Beberapa yang saya ingat antara lain :

B

Bijaksana, berani, bertanggung jawab, Belajar, berakhlak, Berpendidikan, Bermoral, Bright,...

C

Cerdas, Cantik, Cekatan, ...

D

Drive (mengarahkan),  Dinamis...

T

Terampil, tegas, trengginas, To the point, Tanggap, Tangguh

M

membina, Mengarahkan, Menyapa, Menyayangi, Melayani, ....

trus huruf yang lain : Pandai, Pintar, Penyabar, Penyayang, Kerja keras, Kalem, Proaktif, Kreatif, Inovatif, Yin Yang, Harmoni, Helpfull dll.....

Nah dari sedikit yang saya ingat itu (karena jumlahnya total bisa ratusan) kita semua bisa belajar dari permainan ini. Ternyata kalau kita berkelompok dalam membahas sesuatu hal kita akan mendapatkan banyak informasi yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam kelompok : saling mendengar, berani berbicara, aktif, kreatif, saling bantu. Yang jelas dengan belajar istilah leadership..ternyata kita bisa melihat bahwa banyak sekali hal yang terkait dengan istilah kepemimpinan. ternyata untuk menjadi pemimpin diperlukan berbagai hal yang sangat kita butuhkan sebagai dasar sebagai pemimpin yang baik. Coba kita lihat : penyabar, penyayang, pemaaf..mungkin sangat diperlukan apabila kita memiliki anak buah yang sangat keras dalam bertutur kata, sehingga bisa menyinggung orang lain, sehingga kita harus menenangkan team, bersabar dll. Yang lain : tegas, berani, proaktif, bersemangat...sangat diperlukan apabila kita akan membuat organisasi kita menjadi yang terdepan serta memimpin anak buah yang kurang bersemangat, harus didampingi dan harus selalu dijaga dalam rel tujuan organisasi.

So...apabila kita mau jadi pemimpin, jadikanlah sifat-sifat pemimpin sebagai WAY OF LIFE.... mari kita kerjakan....

yw-motivation

Bersikap tegas

Waktu saya menulis artikel ini saya sedang dalam rapat kurikulum di surabaya bersama teman2 perguruan tinggi farmasi. Saat yang paling memicu perdebatan yaitu waktu menentukan kurikulum inti S1 dan profesi apoteker...wah rame banget. NAh yang paling rame yaitu kurikulum profesi..diinginkan bahwa kurikulum apoteker berbasis pelayanan sehingga disusun komposisi seperti yang telah ada. Saya angkat tangan..setelah perdebatan terjadi terus...saya katakan " kalau kurikulum inti profesi seperti ini maka mahasiswa yang menempuh minat sains-teknologi akan kesulitan untuk menempuh materi ini, karena dalam kesehariannya mereka lebih banyak bergelut pada formulasi dan QA serta QC, jadi ya sulit banget. Apakah bisa rapat pada hari ini memutuskan bahwa kurikulum inti apoteker adalah menservis bagi kebutuhan minimal 2 minat yaitu FST dan FKK". Semua terdiam...dan saat itu mulai terkuak bahwa banyak PTF yang berpola pikir yang sama dengan saya, sehingga mereka memilih memodifikasi muatan kurikulumnya supaya mahasiswanya dapat mengikuti dengan baik serta sejalan dengan perkuliahan yang telah mereka jalankan. Nah terbuka khan akhirnya..banyak yang memilih tidak mentaati kurti kalau tetap demikian, jadi....kalau kita rapat sampai malam dan akhirnya tidak dituruti khan percuma saja to. Pilihannya......BERSIKAP TEGAS bahwa pendidikan farmasi di Indonesia potensial untuk menghasilkan apoteker dengan minat khusus di sains teknologi dan klinik-komunitas merupakan hal yang tak terbantahkan. BERSIKAP TEGAS sangat dibutuhkan..karena akan memberi guideline jelas bagi arah perkembangan farmasi di Indonesia, supaya kita tidak disalahkan generasi mendatang apabila kita tetap "ambil zona aman" seperti sekarang ini. Kalau ga yakin, tunda dulu keputusan dan cari data...apa sich yang paling diperlukan oleh lulusan farmasi Indonesia...Tul ga

yw-motivation

Tacit knowledge

Waktu saya masih SD, kegiatan di masa itu terasa sangat menyenangkan. Sekolah dimulai jam 7 pagi, kemudian jam 12 pulang (setelah kelas 3 itu). Kemudian kalau sore ada kegiatan misalnya Pramuka (jumat atau sabtu). Kalau pagi setiap jumat ada Senam Kesehatan Jasmani (SKJ), kemudian dalam pelajarannya ada pelajaran prakarya, nyanyi, bercocok tanam dll. Kalau prakarya saya masih ingat kita pernah bikin puzzle, wayang dari kertas karton dengan tatah, lambang negara garuda pancasila yang dibuat dari triplek dll. Yang putri mungkin masih ada ketrampilan menjahit, memasak dll. Kalau untuk seni, mungkin kita bersama-sama memainkan musik angklung, wah menarik sekali.

Namun saat ini, anak saya kedua, Luki yang duduk di SD kelas 3, kayaknya tidak memiliki pelajaran ketrampilan seperti dulu lagi.Kalaupun ada terbatas pada ketrampilan memakai kertas atau lai-lain, namun pekerjaan memakai triplek sudah sangat jarang. Main angklung apa lagi, yang ada malah karawitan, itu pun sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Kalau dibandingkan dengan pelajaran masa lalu, berbagai kegiatan ketrampilan bikin puzzle, wayang atau garuda pancasila itu memiliki makna yang beraneka ragam lho, antara lain : kreativitas, kerjasama, mengenal budaya lokal, mengenal lambang negara dll. Bahkan anak saya yang SMA, kayaknya belum pernah melukis dengan kanvas juga, padahal saya mengerjakan hal yang sama sewaktu SMP.

Kompas dalam artikelnya tanggal 4 Feb 2008 menyatakan, bahwa anak pada masa sekarang tumbuh dalam suasana pendidikan yang cukup ketat (bagi yang menyekolahkan lho). Di mana pagi anak bersekolah, sore masih le musik, bahasa dll. Kemudian sampai rumah masih harus mengerjakan PR dll. Ditambah lagi, rata2 anak sekarang sangat diproteksi oleh ortunya. Contoh saja, saya punya teman yang anaknya tidak boleh menonton acara TV setelah dia pulang sekolah. Dia hanya boleh nonton TV kalau orang tuanya ada. Wow..hebat niah, mungkin ortu akan memilihkan acara yang cocok ya untuksi anak (Huebaaaaaaaaaat tenan). Juga di artikel tersebut dinyatakan, bahwa orang tua di masa kini cenderung over protected.

Kalau kita perdalam lebih jauh, apa yang dilakukan oleh ortu pada masa sekarang memang tidak sepenuhnya keliru..contoh tentang acara televisi memang sudah sangat memprihatinkan, terlalu banyak acara yang sebenarnya tidak layak untuk ditonton oleh anak-anak, dari sinetron yang sifatnya hedonis, sinetron anak yang sim salabim, cerita mistik, horor dll, di mana kita ortu memang harus pandai dalam memilahnya. ORTU over protected, juga tidak keliru, karena pada saat ini memang dunia sungguh kacau, ada penculikan anak dengan cara menabrak sepeda anak yang dinaiki, bahkan ada perampokan mobil jazz dengan membunuh remaja  yang menyopirnya seperti terjadi di jakarta, sungguh memang suasana yang cukup mencekam bagi ortu yang memiliki anak2 kecil. Dikatakan pula dalam Kompas tersebut, bahwa anak2 juga hidup dalam lingkungan keluarga yang nyaman, di mana kebohongan sesedikit mungkin terjadi, sudah terjadi keterbukaan dalam cara pengasuhan anak di masa sekarang terutama di negara ini.

NAmun disebutkan pula ada sisi lain, anak sekarang kurang diterjunkan pada kondisi riil di mana mereka kurang menyadari bahwa dunia riil itu kejam. Tidak selamanya orang yang kita temui adalah jujur seperti ibu mereka...dunia juga keras, sikut sana sikut sini..nah anak2 yang hidup di lingkungan nyaman ini menjadi sulit untuk beradaptasi dengan model demikian.

Sharing pengalaman pribadi, saya pun dibesarkan di lingkungan yang nyaman, ortu jujur dengan kondisi yang ada, sering kumpul bersama untuk sharing dan saya waktu kecil tidak serta merta boleh dolan sampai malam. Saya akui waktu berhadapan dengan hal-hal yang aneh2 di masyarakat, awal mulanya saya tidak siap, namun kalau kondisi memang yang terjadi demikia, ya apa boleh buat kita harus mencoba berada di dalamnya dan beradaptasi.

Lalu apa yang harus kita perbuat ? tetap memberikan suasana kenyamanan..over protected dll ?? Ya lingkungan yang nyaman itu pasti, proteksi perlu..namun yang harus tidak boleh dilupakan, yaitu anak mulai diterjukan ke dunia masyarakat yang cukup kompleks. Kalau anda ingin anak anda menguasai alat musik piano misalnya, jangan kursuskan secara privat, tetapi kursuskan dalam bentuk semi grup atau grup, sehingga memicu anak untuk berinteraksi. Kalau anak sudah agak besar, silakan ikutkan karang taruna di daerah anda, itu akan megembangkan pribadi anak anda. Kalau anak anda suka ketrampilan untuk membuat karya, elektronik, doronglah untuk berpartisipasi dalam komunitas yang cukup besar, sehingga dia bisa bersosialisasi, kalau anda membelikan HONDA TIGER, biarkan dia ikut komunitas TIGER tersebut, dia akan sharing masalah perawatan motor, modifikasi motor dll.

Pengalaman yang dimiliki anak di luar pendidikan sekolah, adalah sangat penting. Dengan berinteraksi dengan orang lain, anak akan memiliki pengalaman baru dimulai dari interaksi, sosialisasi, pengalaman bongkar mesin, modifikasi motor, konser musik, bikin pemancar radio dll. Itu semua akan mengasah soft skill anak, yang akan sangat penting dalam kehidupannya kelak. Hal2 seperti ini pada sat ini diistilahkan sebagai TACIT KNOWLEDGE yaitu ilmu yang diperoleh di luar jenjang akademik, yang akan sangat menunjang pribadinya di masa mendatang. Jangan remehkan kemampuan memasak, bikin roti, okulasi tanaman, modifikasi motor, melukis, memainkan musik dll, selaam itu terasah di suatu komunitas dan berani ditampilkan di luar, maka anak anda akan berkembang dengan luar biasa.

IP tinggi penting, TOEFL score tinggi penting..namun TACIT KNOWLEDGE itulah modal sebenarnya untuk hidup survive di masyarakat ini. Jangan lupa, Obama yang ikut pilpres Amerika, secara akademik biasa2 saja, tetapi mungkin TACIT KNOWLEDGE-nya bagus

Buatlah dunia ini semakin berkembang....dengan generasi muda kita

yw-motivation

Plan

Tahun Baru biasanya juga disibukkan dengan anggaran yang baru. Kalau tahun anggaran kita berjalan dari Januari - Desember 2007 (misalnya), maka bulan-bulan awal 2008 ini merupakan bulan sibuk untuk persiapan perencanaan anggaran, betul khan ? Pertanyaan kritis yang timbul dari hal ini adalah, apakah benar apabila kita memiliki tahun anggaran Jan - Des, maka kita baru sibuk pada awal bulan tahun berikutnya untuk berdiskusi masalah anggaran ? Apakah aktivitas kita dalam  perusahaan atau institusi bisa kita "rem" sehingga kita hanya perlu berjalan lambat atau alon-alon saja. Tentunya tidak demikian bukan ??? Jaman berubah makin cepat, dinamika bisa saja terjadi sejak menit pertama suatu tahun baru dimulai, kita harus siap untuk itu. Merunut kejadian 1 tahun silam, 1 Januari 2007, ada pesawat Adam Air yang hilang pada hari tahun baru, di mana semua orang libur. Apa yang harus dilakukan ? Jelas, langsung diterjunkan satuan penolong dan itu semua butuh biaya khan ? Untuk kejadian seperti ini, mungkin tidak ada satu pun anggaran yang dialokasikan untuk ini karena kategorinya 'force major' sehingga bisa memakai dana taktis...tapi tentunya semua bisa dihindari kalau kita punya PLAN yang jelas tentang anggaran kita.

Kalau kita bilang anggaran dimulai bulan Januari 2008 misalnya, maka pembicaraan mengenai rencana anggaran seharusnya sudah dimulai paling lambat Agustus 2007. Mengapa butuh waktu lama, coba kita pikirkan tahapannya : pemberitahuan, perencanaan tiap unit, usulan ke unit yang lebih tinggi, usulan komprehensif ke pusat organisasi, kemudian rapat komisi anggaran, rapat pimpinan dan terakhir keputusan anggaran. NAh bayangkan betapa rumitnya bukan....dan itu semua butuh waktu. Kalau suatu unit atau organisasi memiliki renstra yang jelas..maka segala aktivitas akan dapat direncanakan dengan matang, sehingga anggaran dapat dialokasikan dengan jelas. Namun itu semua di atas kertas, kita harus pertimbangkan satu lagi yaitu SUMBER PEMBIAYAAN...dari mana ? Apakah kita memiliki donatur tetap, donatur insidental atau kita harus melakukan generating income melalui unit bisnis yang kita miliki ? Berapa prediksi pemasukan kita. Sungguh suatu hal yang kompleks dan tidak mudah. Kecakapan seorang pemimpin, pada awal tahun diuji melalui kecakapannya dalam melakukan PLANNING awal semua kegiatan yang akan dilakukan. Dengan PLANNING yang tepat, maka ORGANISING menjadi suatu hal yang bisa dilakukan dengan baik, sehingga semua RODA ORGANISASI dapat berputar dengan baik, untuk kemudian pada akhir tahun dilakukan EVALUASI untuk PERBAIKAN DI MASA MENDATANG.

Mengelola PLANNING dengan baik, merupakan awal bagi kesuksesan suatu organisasi...

yw-motivation

Sinergi

Dalam suatu rapat terjadi perdebatan seru antara pimpinan rapat dengan salah satu anggota. anggota tersebut berusaha menyampaikan suatu masalah untuk didengarkan di rapat tersebut. Namun karena pembicaraan tentang hal tersebut sudah dilakukan selama beberapa waktu yang lalu, secara informal, antara pimpinan rapat dan berbagai pihak terkait, maka pimpinan rapat sangat marah dan menyatakan  'dirinya serasa tidak berharga, karena pendapatnya dimentahkan kembali'.....suasana memanas, ..namun dengan kepala dingin semuanya bisa diatasi

Perbedaan pendapat dalam suatu pertemuan, selalu atau sangat mungkin terjadi, apalagi anggota rapat tersebut adalah sekumpulan orang yang berusia muda semua, tingkat pendidikan sederajat dll. Rapat yang diisi dengan pertikaian, memang terasa menegangkan dan membuat tidak nyaman. Setiap pribadi tentunya memiliki berbagai 'style' tersendiri dalam melakukan pekerjaannya. Setiap orang pasti punya pandangan tersendiri dalam menghadapi masalah. Nah disinilah pangkal dari berbagai keributan...setiap orang pasti merasa dirinya paling benar dan semuanya pasti minta terlebih dulu untuk 'dipahami' dibandingkan 'memahami' Hal inilah yang sering dilupakan orang...understand first than to be understood. Setelah bisa melakukan itu...yakinilah, bahwa setiap orang "bisa dipercaya" sehingga setiap orang pasti akan melakukan berbagai tindakan terbaik untuk meningkatkan kinerja perusahaan/institusinya. Tahap berikutnya, yaitu melakukan SINERGI, di mana kita semua dengan kemampuan masing-masing saling memberikan kontribusi positif bagi kemajuan tempat kerja kita tercinta. Kesampingkan berbagai kelemahan atau sikap jelek atau ciri buruk yang mungkin anda lihat pada diri orang lain, pandanglah selalu SISI POSITIF sehingga kita semua bisa bergandengan tangan dalam memberikan suatu kemajuan.

Belajarlah selalu menuju ke sana...

yw-motivation

Visi

satu meja, satu komputer dengan produk microsoft di dalamnya. Demikian visi yang dicanangkan Bill Gates pada awal berdirinya Microsoft (mungkin tahun 1986an dech). Visi ini dipandang sangat sederhana, namun sangat jelas dan pada saat itu mungkin tidak banyak yang yakin akan terjadinya visi di atas. Kalau kita kaji, saat ini kalau membuat visi harus dengan prinsip SMART. Mari kita analisis satu per satu

Spesifik (S)

Visi yang dicanangkan Bill Gates sangat spesifik dan jelas. Satu meja, satu komputer dengan produk microsoft di dalamnya. Sangat jelas.

Measurable (M)

Terukur. Nampak sekali dalam visinya.

Achieveble (A)

Dapat tercapai. Pada masa itu banyak yang kurang yakin. Namun Bill Gates melihat masa depan tidak dengan kaca mata dia sendiri, dia mencoba merangkai berbagai prospek yang telah dimulai oleh IBM pada waktu itu. Di mana dia sangat menyadari bahwa komputer akan memudahkan kerja manusia dan bisa dibuat menjadi user friendly. Untuk membuat komputer menjadi user friendly maka hanya software yang baik yang mampu melakukannya. Sungguh pandangan yang sangat tajam dan luar biasa.

Reliable (R)

Realistis. Visi Bill gates terkait dengan pandangannya untuk masa depan, dipandang sangat realistis di masa sekarang

Timelineness

Terbatasi waktu. Nah ini hebatnya Bill Gates. Dia merancang visi, yang akan semakin berkembang di masa mendatang. Sungguh bukan merupakan usaha yang mudah. Diperlukan orang yang sangat brillian untuk melakukannya.

Nah teman-teman, begitulah cara Bill Gates menemukan visinya (menurut saya lho) dan bagi teman2 yang saat ini berkecimpung di dunia yang sangat kompetitif ini, VISI menjadi sangat penting, karena visi menunjukkan TEKAD kita untuk berkembang dan menjadi yang terbaik (tentunya bukan ?)

Selamat mencoba

yw-motivation

Dilema judi

Pidato PM singapore di depan parlemen sewaktu melegalkan judi kasino, setelah puluhan tahun diharamkan, cuplikannya adalah sbb : “Saya menghormati mereka yang menentang perjudian dan pandangan mereka. Tapi, kami memutuskan melanjutkannya, bukan karena pandangan mereka salah atau tidak penting. Sekarang kita berhadapan dengan situasi baru dan keperluan yang mendesak untuk memperbaharui bandar dan ekonomi kita….”

Membaca cuplikan pidato itu pada salah satu artikel Gatra, 4 Oktober 2007, membuat saya termenung. Kata-kata yang diucapkan dalam cuplikan pidato tersebut “sangat luar biasa”. Saya membayangkan, PM Singopore sebelum memutuskan itu tentunya ada pada ‘persimpangan jalan’ yang sangat sulit. Judi dipandang para pemuka agama sebagai sesuatu yang menyesatkan, bidang hukum juga memandang bahwa judi bisa dijadikan sebagai sarana pencucian uang. Tapi di sisi lain, judi yang dimusuhi oleh aparat penegak hukum, tetap ‘eksis’ di berbagai belahan bumi. Kalau dipandang dari sisi lain, judi kalau dilegalkan bisa memberi pemasukan bagi pajak negara, selain itu dengan melegalkan judi dalam suatu lokasi akan meningkatkan roda perekonomian berupa hotel, restoran, pertokoan, jasa boga dll, yang semuanya itu akan menurunkan jumlah pengangguran. Yang disebut terakhir ini yang disebut paradigma baru tehadap judi.

Namun, bagaimanapun cara pandang kita terhadap judi, cuplikan pidato di atas tetap sangat luar biasa. Di tengah dilema yang sangat berat, PM Singapore dapat menyusun  kata-kata yang tentunya sudah dilandaskan dengan DATA disertai dengan DISKUSI dn ARGUMENTASI yang mungkin panjang dan melelahkan oleh para staf ahlinya. Dan titik krusial yang luar biasa adalah KEBERANIAN MEMUTUSKAN pelegalan judi dengan pidato di atas. Pidato di atas dibuat dengan cara SESANTUN MUNGKIN, menggunakan tata bahasa yang sifatnya EMPATHIC COMMUNICATION; semuanya ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang mau MENERIMA PENDAPAT ORANG LAIN, mampu BERPIKIR ALTERNATIF, INOVATIF, VISIONER dan BERANI MENANGGUNG RESIKO terhadap keputusan yang telah dilakukan. Benar-benar merupakan sifat KEPEMIMIPINAN SEJATI. Buktinya, Singapore merupakan negara kecil dengan kesibukan luar biasa di bidang jasa

Leadership….way of life

yw-motivation

My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 10/2007